Motif Batik Nusantara

Batik

Motif Batik merupakan produk budaya Indonesia yang sangat unik dan masih membuat dunia terkagum- kagum bahkan terpesona. Di Era ta- hun 1990-an, batik masih dianggap sebagai pakaian kuno dan jarang di- pakai oleh masyarakat awam. Batik kerap dianggap sebagai pakaian resmi, istimewa dan eksk- lusif.

Hanya orang-orang tertentu saja yang rajin mengenakan batik dalam keseharian mereka. Namun kini, dengan munculnya batik modern, batik pun digemari masyarakat luas, dan digunakan se- bagai pakaian yang sangat eksotis. Apalagi dengan model dan motifnya yang unik dan beragam.

BatikDi Cirebon misalnya, motif ba- tik memang banyak tapi salah satu ciri khas batik asal Cirebon yang tidak ditemui di tempat lain adalah motif “Mega Mendung”, yaitu motif berbentuk seperti awan bergumpal- gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama Batik Cirebon adalah salah satu motif batik yang banyak dicari karena motifnya yang unik. Batik ini termasuk jenis batik pesisir karena warnanya yang berani dengan mo- tif sebagian besar diambil dari flora dan fauna baik darat ataupun laut.

Ada dua jenis batik Cirebon, yaitu batik Keraton atau klasik, yang tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan keraton Kanoman dan Kesepuhan. Serta batik Cirebon Pesi- siran, karakter orang-orang pelabu- han yang bersikap terbuka terhadap pengaruh asing turut mempenga– ruhi motif dan warna pada batik Cirebon Pesisiran.

Macam motif klasik batik Cirebon diantaranya adalah Mega Mendung, Liman, Paksinaga, Banjar Balong, Singa Payung, Singa Barong, Patran Keris, dan Ayam Alas. Sementara jenis batik Pesisiran Cirebon antara lain motif Kapal Kompeni, Pekalis, Penari Cina, Semarangan, Burung Gelatik dan masih banyak lagi. Salah serang pengrajin dan juga Pemilik Showroom Batik “Lebet Sibu” di Penembahan Plered Cire- bon ini adalah Bowo.

“Batik yang saya kerjakan adalah batik tulis dan batik cap dengan tema universal,” ujarnya. Batik-batik karyanya ini diproduksi untuk pesanan eksklusif butik- butik luar kota, sedangkan batik-ba- tik yang dijual di showroom adalah batik-batik hasil kerajinan pengrajin setempat. Bowo menjelaskan, batik tulis adalah batik yang dikerjakan den- gan menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk ke- luarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain, bisa memakan waktu tiga hingga enam bulan per kain. “Sedangkan batik cap dikerjakan dalam waktu lebih singkat, hanya memakan waktu tiga harian, karena dikerjakan dengan menggunakan cap,” jelas Bowo kemudian. Baca juga Antibiotik untuk ibu hamil.

Menurut Bowo, permintaan ba- tik tulis maupun batik cap sangat tinggi sekali. Kebutuhan pasar ba- tik tersebut sebagian sudah dipe- nuhi dengan tekstil bermotif batik yang diproduksi oleh perusahaan- perusahaan tekstil yang bermodal besar. Referensi artikel https://ibu-hamil.id/